,
KU MENUNGGUMU
Kau hilang
bagaikan kepulan awan
hingga hatiku teragut pilu
berlagu sendu
kau sengaja bersembunyi
pengubat lara
merajukkah
terguriskah kau
kiasan bicara bahasaku
Dalam kelesuan waktu
hatiku kaku
membeku
titis keringat membasah pilu
mungkinkah aku teruji
Kumelaungkan suara
melepaskan sesak dada
rinduku semakin melanda
kutunggu kau berbicara
tapi kau pendam rasa
seakan semuanya hampa
Penantianku
dengan seribu kebisuan
kehilanganmu
membawa seibu pertanyaan
tika mencari bayangan
hadir dalam angan
Di luar jendela
akan sampaikah
kata-kata
rindu kembali
kudengar
walau dalam pejam mata
agar resah berakhir disini
No comments:
Post a Comment