Sunday, July 8, 2018

KISAH Sang Kakek Pedagang Telur dadar gulung

Aku hanya seorang pedagang kecil. Yang pendapatanku tak tetap terkadang 50rb terkadang pula sampai 100rb per hari. Aku berjualan Kerudung setiap hari setiap pasar malam. Terkadang ada rasa keluh kesah karena pendapatanku yg tak menetap.
Melihat teman rameh banyak pembeli hati ini terkadang merasa iri. Knapa daganganku tak ramai.
Tatkala melihat teman berdagang memggunakan mobil. Hatiku pula meeasa iri. Kapan aku bisa berdagang menggunakan mobil seperti mereka.
Sambil melihat gerobak daganganku.
Setiap hari setiap berdagang selalu ada rasa iri tersebut.
Suatu hari ada pedagang baru. Ia datang mengunakan sepeda. Ia berdagang telur dadar gulung. Yang ia jual hanya 1000 per gulung. Ia berdagang di samping ku. Sambil menunggu pelanggan yang dagang. Jualannya sepi ga ada yang membeli. Aku sempatkan bertanya padanya.
"Pak. Udah ada yang laku belum,?"
Ia menjawab "alhamdulilah udah de. Walaupun laku 2 tapi udah penglaris"
Aku heran ia berjualan hanya 1000 rupiah baru laku 2. Tapi ia sangat bersyukur karena dagangannya laku. Walau cuma 2 gulung.
"Pak. Itu gorengnya dimana kok bapak ga ada kompornya?" Tanya ku lagi kepada pak tua tersebut.
"Ia de. Bapak gorengnya di rumah. Bapak bawa kesininya di kumpulin aja di plastik.  Ade mau,?"
"Enggak pak. Terima kasih. Pak jualan telur dadar gulung bapak penghasilnya berapa, nyampe 50.000 perharinnya,?
"Ga pernah de. Ga pernah sampe sebanyak itu. Kalau nyampe sebanyak itu bapak bisa kebeli kompor buat dagang keliling. Penghasilan bapak di bawah itu."
"Lah terus gimana biaya hidup bapak dan keeluarga bapak,?"
"Ia alhamduliah tercukupi. Besar kecil rejeki yang kita dapat kita harus bersyukur de. Ingat di dunia ini hanya sementara. Harta tahta dunia hanya titipan sang maha kuasa. Yang kita cari di dunia ini hanya amal dan dan makan. Anak istri harta hanya titipan. Dapat rejeki kecil ia disyukuri dapat rejeki besar ia harus ingat ke amal de"

Aku terhening sejenak. Benar kata pak tua ini harta tahta dunia hanya titipan. Aku yang setiap hari mengeluh, iri atas rejaki orang lain. Toh semua itu hanya titipan allah swt semata.

No comments:

Post a Comment